Selamat Datang di Portal SMP Negeri 1 Margorejo

SMP Negeri 1 Margorejo

Bapak-bapak guru yang siap menemani siswa belajar, mentransfer ilmu dan membentuk karakter untuk masa depan

SMP Negeri 1 Margorejo

Ibu-ibu guru yang selalu menyiapkan waktunya untuk para siswa menemukan versi terbaik mereka

SMP Negeri 1 Margorejo

Penampilan Grup Rebana pada Lomba MAPSI 2021

SMP Negeri 1 Margorejo

Peringatan Isra Miraj di Sekolah

SMP Negeri 1 Margorejo

Peringatan HGN Tahun 2022

SMP Negeri 1 Margorejo

Pemberian Hadiah Lomba-lomba dalam rangka HGN dan HUT ke-40 SMARSA

SMP Negeri 1 Margorejo

Pembukaan Latihan Dasar Kepemimpinan

Selasa, 14 September 2021

Gladi Bersih AN

 


Untuk menguji kelayakan sistem dan sekaligus mengenalkan Asasmen Nasional (AN) kepada para siswa, selama dua hari, 13 - 14 September 2021 dilaksanakan gladi bersih AN. Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 peserta sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Kemdikbud. Karena keterbatasan sarana, maka sebanyak 45 peserta tersebut harus dibagi menjadi 2 ruang dengan masing-masing hanya boleh ditempati oleh paling banyak 15 peserta sebagaimana aturan pelaksanaan AN. Akibatnya 15 siswa harus melaksanakan gladi pada sesi 2 yang dimulai pukul 10.30. Sementara 30 siswa lainnya melaksanakannya pada sesi 1 yang dimulai pukul 08.00.


Pada pelaksanaan gladi pertama sesi 1, teramati banyak siswa yang mengalami gangguan saat login, berupa tidak bisa login maupun harus login berkali-kali karen sistem seringkali me-log out sendiri. Akibatnya sangat mengganggu konsentrasi siswa. Sehingga dalam waktu yang telah ditetapkan hanya sebagian kecil siswa yang mampu menyelesaikan keseluruhan stage. Perlu diketahui terdapat 4 stage setiap sesi. Stage 1 - 3 berisi soal-soal untuk mengukur kemampuan literasi atau numerasi, sedangkan stage terakhir berupa pertanyaan untuk survey karakter atau survey lingkungan belajar.

Berbeda dengan sesi 1, sesi 2 berjalan jauh lebih lancar dan tidak terlalu banyak gangguan yang dialami oleh peserta. Dalam waktu yang disediakan seluruh peserta mampu menyelesaikan keseluruhan stage.

Melalui gladi ini, diharapkan selain mengenal bagaimana mengoperasikan sistem yang digunakan oleh AN, siswa juga dapat mengenal tipe-tipe soal yang digunakan pada AN tahun ini. Tentu harapannya dengan mengenal tipe dan jenis soal akan mempermudah siswa dalam menyiapkan diri menghadapi AN sebenarnya, 4 - 7 Oktober 2021. Sayangnya bentuk pertanyaan untuk survey karakter dan lingkungan belajar tidak ditampilkan pada gladi kali ini, sehingga sekolah belum memiliki gambaran yang tepat tentang jenis pertanyaan untuk SK dan SLB. 

Selamat Berjuang untuk peserta AN 2021.


Selasa, 07 September 2021

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Mulai Senin tanggal 6 September 2021, SMP Negeri 1 Margorejo melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). PTM yang masih bersifat uji coba ini rencananya dilaksanakan selama seminggu. Pelaksanaannya pun masih sangat terbatas baik dari sisi jumlah siswa maupun durasi pembelajarannya. Untuk uji coba ini, hanya kelas VIII yang datang ke sekolah. Pembelajaran dilaksanakan selama 2 jam (120 menit) dalam sehari.

Sebelum PTM dimulai, seluruh siswa dan guru menjalani tes swab antigen. kegiatan ini didukung penuh oleh Puskesmas Margorejo. Dari hasil tes tersebut, seluruh siswa dan guru dinyatakan negatif. Hal ini tentu menggembirakan bagi sekolah, yang berarti semua siswa kelas VIII dapat mengikuti PTM.



Protokol kesehatan diterapkan sangat ketat dalam pelaksanaan PTM kali ini. Seluruh siswa dan guru yang hadir melakukan pengecekan suhu saat memasuki gerbang sekolah. Siswa dan guru yang suhunya di atas ambang batas, tidak diperkenankan mengikuti PTM dan harus pulang. Setelah lolos cek suhu, dilanjutkan dengan kegiatan CTPS (cucu tangan pakai sabun) baru kemudian menuju kelas masing-masing melalui jalur yang telah ditetapkan. 

Selama uji coba PTM, kapasitas kelas dikurangi menjadi separuhnya. kelas yang biasanya diisi sebanyak 25 siswa, selama PTM hanya ditempati maksimal 13 siswa. Hal ini supaya siswa dapat melaksanakan physical distancing secara sempurna.

Setiap hari pembelajaran berlangsung selama 3 jam pelajaran. Inilah untuk pertama kalinya Bapak dan Ibu guru bertatapan langsung dengan siswa. Demikian juga dengan siswa, ini adalah pertama kalinya juga mereka bertemu dengan teman satu kelasnya. Jadi meskipun sudah kelas VIII para siswa masih terlihat canggung baik terhadap guru maupun temannya.

Di akhir uji coba, rencannya akan dilaksanakan tes swab antigen kembali, untuk melihat apakah terdapat siswa dan guru yang terkonfirmasi positif. Jika tidak ada, berarti protokol kesehatan yang diterapkan oleh sekolah sudah sesuai. Kalau demikian yang terjadi, maka harapan kita adalah PTM dapat diperluas dengan jumlah siswa yang lebih banyak. Semoga









Kamis, 02 September 2021

Sosialisasi Akreditasi Sekolah


Akreditasi ialah proses yang berkesinambungan dari evaluasi diri, refleksi, dan perbaikan (“Accreditation is a continuous process of self-evaluation, reflection, and improvement). Dalam  akreditasi  terdapat kegiatan penilaian (asesmen) sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi internal dan evaluasi eksternal (visitasi) untuk menentukan kelayakan dan kinerja sekolah. Akreditasi dapat dipandang sebagai instrumen regulasi diri (self-regulation), dengan maksud agar suatu agar Sekolah  dapat memahami kekuatan dan kelemahan diri; dan berdasarkan atas pemahaman kekuatan dan kelemahan diri tersebut,  sekolah  dapat melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan (quality continues improvement). Akreditasi juga dapat dipandang sebagai hasil penilaian dalam bentuk sertifikasi formal terhadap kondisi suatu Sekolah  yang telah memenuhi standar layanan tertentu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dalam  akreditasi tahun 2021 ini terdapat delapan (8) langkah alur proses akreditasi sekolah/madrasah  yaitu , (1) Sosialisasi dan Pengisian Data isian Akreditasi (DIA)  dalam Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasah (SISPENA), (2) Penetapan Sekolah/Madrasah yang Akan Divisitasi dan Penugasan Asesor, (3) Visitasi ke Sekolah/Madrasah, (4) Validasi Proses dan Hasil Visitasi, (5)Verifikasi Hasil Validasi dan Penyusunan Rekomendasi. (6) Penetapan Hasil dan Rekomendasi Akreditasi, (7) Pengumuman Hasil Akreditasi, (8) Penerbitan Sertifikat Akreditasi dan Rekomendasi. Terkait terbitnya Peraturan Mendikbud Nomor 13 tahun 2018 tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal yang mengamanatkan bahwa akreditasi sekolah/madrasah dilaksanakan secara terpusat dan merupakan tindaklanjut dari amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang mengatur urusan akreditasi menjadi wewenang Pemerintah Pusat. Dalam tahapan pelaksanaan akreditasi tahun ini, terlebih dahulu sekolah/madrasah wajib melakukan pengisian Data Isian Akreditasi (DIA) pada Sispena-S/M berdasarkan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang diperlukan untuk penilaian akreditasi.



Itulah sekelumit hal yang disampaikan oleh Bpk. Sunanto, S. Pd., M. Si. koordinator pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati yang sekaligus adalah seorang asesor akreditasi, pada acara sosialisasi akreditasi sekolah di SMP Negeri 1 Margorejo pada Senin, 23 Agustus 2021.

Sosialisasi ini bertujuan agar sekolah dapat menyiapkan lebih dini untuk menghadapi akreditasi tahun depan, karena sertifikat akreditasi yang dimiliki akan berakhir masa berlakunya bulan Oktober tahun 2021.




Jumat, 13 Agustus 2021

Selamat Hari Pramuka ke-60, 14 Agustus 2021

Setiap tanggal 14 Agustus, bangsa Indonesia memperingatinya sebagai Hari Pramuka. Berbicara tentang sejarah Pramuka di Indonesia, tidak akan terlepas dari sejarah internasional terbentuknya organisasi kepanduan. Gerakan pendidikan kepanduan pertama kali dikembangkan oleh Lord Robert Baden Powell of Gilwell. 

Awalnya gerakan ini ditujukan untuk membina kaum muda Inggris yang terlibat dalam tindak kekerasan dan kriminal di tahun 1907. Pembinaan inilah yang kemudian berkembang menjadi gerakaan kepanduan. Organisasi kepanduan di Indonesia dimulai pada tahun 1912 dengan dibentuknya cabang Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO). Namun, setelah Perang Dunia I organisasi ini kemudian berganti nama menjadi Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV). Setelah itu, barulah muncul organisasi kepanduan yang diprakarsai S.P. Mangkunegara VII dengan nama Javaansche Padvinders Organisatie. Kemudian, ada pula organisasi kepanduan yang didirikan oleh Budi Utomo yang bernama Nationale Padvinderij. Kehadiran kedua organisasi ini kemudian diikuti dengan pembentukan organisasi-organisasi sejenis lainnya.

Bersatunya organisasi kepanduan di Indonesia mulai muncul dengan terbentuknya Persaudaraan Antara Pandu Indonesia pada tahun 1928. Namun, upaya untuk mempersatukan seluruh kegiatan kepanduan di Indonesia nampaknya baru membuahkan hasil ketika Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) menggelar Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem (PERKINDO) di tahun 1941.

Setelah tahun 1941, perjalanan eksistensi organisasi kepanduan di Indonesia pun mengalami masa-masa sulit. Hingga pada tahun 1961, Gerakan Pramuka resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961. Dalam keputusan ini juga dijelaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan satu-satunya organisasi kepanduan yang bertugas menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia.

Pada 14 Agustus 1961, dilakukan pelantikan pengurus Gerakan Pramuka di Indonesia dan penganugrahan Panji-Panji Gerakan Pramuka kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengkubowono IX. Hal inilah yang membuat Hari Pramuka di Indonesia dirayakan setiap tanggal 14 Agustus.

Arti Pramuka

Pramuka sendiri merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka. Kata ‘Pramuka’ merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang berarti rakyat muda yang suka berkarya. Istilah ini diprakarsai oleh Sri Sultan Hamengkubowono IX yang merupakan bapak Pramuka Indonesia. Saat mencetuskan istilah Pramuka, beliau terinspirasi dari kata Poromuko yang berarti pasukan terdepan dalam perang.

Arti Lambang Pramuka

Lambang pramuka ialah bayangan tunas kelapa. Lambang ini diciptakan oleh Sunardjo Atmodipuro yang beranggapan bahwa seluruh bagian pohon kelapa memiliki manfaat. Dengan lambang ini, para anggota Pramuka diharapkan dapat memberi banyak manfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitar.

Arti Warna Seragam Pramuka

Warna cokelat merupakan warna dominan dalam setiap unsur kepramukaan, termasuk seragam. Warna ini dipilih karena dianggap merupakan warna yang identik dengan medan perang. Oleh karena itu, pemilihan warna cokelat ini bertujuan untuk mengingatkan anggota Pramuka kepada semangat dan jasa para pahlawan Indonesia. Warna ini juga dianggap sebagai warna yang selaras dengan alam. Warna cokelat tua pada rok dan celana menggambarkan warna tanah di Indonesia. Sedangkan warna cokelat muda pada kemeja mencerminkan air yang mengalir di seluruh negeri.

Itulah sejarah Hari Pramuka di Indonesia serta arti di balik lambang dan seragammnya. Selamat Hari Pramuka!

Sumber: HarianJogja.com