Selamat Datang di Portal SMP Negeri 1 Margorejo

Senin, 12 Mei 2025

Batik Sibori

Batik Indonesia telah diakui dan menjadi bagian dari warisan budaya dunia oleh UNESCO, dengan pengakuan resmi pada tahun 2009. Batik tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional, terutama setelah pengakuan dari UNESCO. Pelestarian batik dianggap penting untuk menjaga warisan budaya dan memberikan edukasi kepada generasi muda, seperti melalui museum dan ekstrakurikuler di sekolah. 


Sekarang ini ada bentuk pewarnaan pada kain yang sedang viral yang disebut bati sibori meskipun ada perbedaan teknik dengan batik kovensional. Batik Sibori ini diharapkan akan memperkaya khasanah perbatikan di Indonesia, tanpa meninggalkan budaya batik dengan pola-pola yang telah diturunkan dari leluhur kita yang bernilai adiluhung. Para generasi penerus juga perlu dikenalkan dengan bati sibori dengan maksud untuk mendorong generasi muda lebih kreatif dan berwawasan luas.


Batik Shibori tidak menggunakan lilin atau canting seperti batik pada umumnya. Sebaliknya, Shibori lebih fokus pada teknik lipatan, ikatan, dan tekanan pada kain sebelum pewarnaan. Meski begitu, keduanya sama-sama menawarkan keindahan dalam setiap helainya

Batik Shibori adalah teknik pewarnaan kain batik yang berasal dari Jepang, di mana motif dibuat dengan mengikat dan melipat kain sebelum dicelupkan ke dalam pewarna. Teknik ini menghasilkan pola unik yang tidak dapat diprediksi, berbeda dari batik tulis tradisional. Shibori berasal dari Jepang, dan teknik ini memiliki kesamaan dengan tie-dye, tetapi menghasilkan pola yang lebih terstruktur dan terkontrol.

Batik Shibori memiliki daya tarik tersendiri karena motifnya yang tak terduga dan proses pembuatannya yang kreatif. Kain Shibori banyak digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari busana santai, busana resmi, hingga aksesoris.

Dengan demikian, Batik Shibori adalah teknik pewarnaan kain yang menarik dan unik, menggabungkan elemen tradisional batik dengan teknik pewarnaan dari Jepang.
Dalam prakteknya inovasi yang dilakukan memodifikasi batik sibori ini yang pada awalnya menggunakan pewarna sintetis yang limbah buangannya rawan terhadap ekosistem di lingkungan menjadi menggunakan pewarna alami seperti penggunaan daun suji untuk memberikan warna hijau, rimpang kunir untuk warna kuning dan buah naga untuk warna merah.

Inovasi Batik Sibori ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kreatifitas siswa dalam hal teknik pembuatan batik sibori yang bisa menjadi bekal ketrampilan ketika sudah di pendidikan yang lebih tinggi atau terjun di masyarakat.



Video Tutorial Pembuatan Kaos Motif Batik Sibori





0 komentar:

Posting Komentar