Selamat Datang di Portal SMP Negeri 1 Margorejo

SMP Negeri 1 Margorejo

Bapak-bapak guru yang siap menemani siswa belajar, mentransfer ilmu dan membentuk karakter untuk masa depan

SMP Negeri 1 Margorejo

Ibu-ibu guru yang selalu menyiapkan waktunya untuk para siswa menemukan versi terbaik mereka

SMP Negeri 1 Margorejo

Penampilan Grup Rebana pada Lomba MAPSI 2021

SMP Negeri 1 Margorejo

Peringatan Isra Miraj di Sekolah

SMP Negeri 1 Margorejo

Peringatan HGN Tahun 2022

SMP Negeri 1 Margorejo

Pemberian Hadiah Lomba-lomba dalam rangka HGN dan HUT ke-40 SMARSA

SMP Negeri 1 Margorejo

Pembukaan Latihan Dasar Kepemimpinan

Rabu, 21 Juli 2021

Desain Pengembangan Soal AKM

 

Dalam rangka menyiapkan peserta didik yang memiliki kecakapan abad ke-21, pemerintah akan melakukan asesmen kemampuan minimum (AKM) pada tahun 2021 yang meliputi asesmen pada literasi membaca dan numerasi, yaitu asesmen pada kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi membaca) dan asesmen kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi). Literasi membaca bukan hanya sekadar kemampuan membaca secara harfiah tanpa mengetahui isi/makna dari bacaan tersebut, melainkan kemampuan memahami konsep bacaan. Sementara itu, numerasi bukan hanya sekadar kemampuan menghitung, melainkan kemampuan mengaplikasikan konsep hitungan di dalam suatu konteks, baik abstrak maupun nyata. AKM dapat menghasilkan peta kecakapan tentang literasi membaca dan numerasi peserta didik pada kelas 5, 8, dan 11 yang dapat digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran di satuan pendidikan. Oleh karena itu, soal-soal yang dikembangkan untuk AKM bersifat kontekstual, berbagai bentuk soal, mengukur kompetensi pemecahan masalah, dan merangsang peserta didik untuk berpikir kritis. Penilaian dalam AKM mengacu pada tolok ukur yang termuat dalam Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS). Soal-soal AKM akan membuat peserta didik melahirkan daya analisis berdasarkan suatu informasi, bukan membuat peserta didik menghapal/mengingatingat mater 

Pengembangan soal-soal AKM dilakukan melalui kegiatan: penyusunan desain, penyusunan dan analisis framework, penyusunan stimulus, penugasan penulisan soal, penulisan soal, penelaahan dan perbaikan soal, perakitan soal/bahan uji coba, validasi soal, uji coba soal, penskoran dan analisis soal, interpretasi hasil analisis,seleksi soal, penyusunan spesifikasi tes, pemilihan soal, pemaketan soal, proofreading, fiat, dan pemanfaatan tes/soal. Kegiatan penyusunan desain hingga seleksi soal merupakan kegiatan pengembangan soal, sedangkan kegiatan penyusunan spesifikasi tes hingga pemanfaatan tes merupakan kegiatan penyiapan bahan AKM.

Bagaimana desain pengembangan soal AKM, materi selengkapnya bisa diunduh di sini

Sabtu, 17 Juli 2021

Mengenal Asesmen Nasional (Video)


Sejak tahun lalu Ujian Nasional (UN) telah resmi dihapus. Dan sebagai gantinya, pemerintah melaksanakan  Asesmen Nasional (AN) yang rencananya mulai dilaksanakan tahun 2021. Meskipun AN adalah pengganti UN, tetapi antara keduanya memiliki banyak sekali perbedaan.
Asesmen Nasional adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah/madrasah atau program kesetaraan baik tingkat dasar maupun menengah.
Mutu diukur menggunakan 3 instrumen
1. Asesmen Kompetensi Minimum
2. Survey Karakter
3. Survey Lingkungan Belajar
Peserta Asesmen Nasional terdiri atas murid, guru dan kepala sekolah
Untuk lebih jelasnya silakan simak video berikut: (video source: LPMP Jateng)




Kamis, 15 Juli 2021

Bimtek Pemenuhan Mutu Pembelajaran

 


Asesmen Nasional (AN) sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. Perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu,  akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.  Asesmen Nasional pada tahun 2021 dilakukan sebagai pemetaan dasar (baseline) dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan, sehingga tidak ada konsekuensi bagi sekolah dan murid. 

Potret layanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil Asesmen Nasional ini kemudian menjadi cermin  untuk melakukan refleksi dalam mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia. Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Bagian pertama dari Asesmen Nasional adalah AKM yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi. Bagian kedua dari Asesmen Nasional adalah survei karakter yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. “Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif”. Bagian ketiga dari Asesmen Nasional adalah survei lingkungan belajar untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.


Menyikapi hal tersebut di atas LPMP Provinsi Jawa Tengah sesuai dengan tugas dan fungsinya,  menyelengarakan kegiatan Fasilitasi Pemenuhan Mutu Pembelajaran, meliputi serangkaian kegiatan yaitu capacity building fasilitasi pemenuhan mutu pembelajaran, bimbingan teknis pemenuhan mutu pembelajaran dan pendampingan pemenuhan mutu pembelajaran kepada 1.050 satuan pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA di Provinsi Jawa Tengah. Salah satu peserta bimtek tersebut adalah SMP Negeri 1 Margorejo, yang diwakili oleh kepala sekolah. Bimtek berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 15 s.d. 17 Juli 2021 melalui aplikasi zoom meeting, ditambah dengan tugas-tugas mandiri. Setelah bimtek peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahamannya tentang proses pembelajaran dan penilaian.


Rabu, 14 Juli 2021

Penutupan MPLS


Setelah berlangsung selama 3 hari, akhirnya pada hari ini Rabu, 14 Juli 2021 pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ditutup secara resmi. Bapak Sumito, S. Pd. sebagai Wakil Kepala Sekolah menutup secara resmi kegiatan tersebut. Beliau berharap bahwa apa yang sudah disampaikan oleh Bapak dan Ibu Guru secara daring selama MPLS dapat dipahami dan dilaksanakan oleh para siswa kelas VII. Karena hal tersebut dapat menunjang kesuksesan para siswa dalam menempuh pendidikan di sekolah ini.

Selama pelaksanaan MPLS, para siswa baru banyak menerima informasi yang terkait dengan sekolah dan lingkungannya, cara belajar dan cara bergaul dengan warga sekolah.